Rabu, 27 Juli 2016

Maaf

Memaafkan bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Benci menyelimuti hati ketika teringat perbuatan menyakitkan yang pernah dilakukan. Sepertinya mustahil untuk untuk benar-benar memaafkan dan bisa memulai sesuatu yang baru tanpa adanya beban dan bayang-bayang masa lalu. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Ketika seseorang meminta maaf, mungkin secara lisan saya bisa memaafkan. Tapi didalam hati masih tersimpan beban. Mungkin mulut masih sanggup menyapa, wajah masih bisa memberikan senyum, namun hati masih belum ikhlas untuk benar-benar memaafkan.

Saya teringat akan doa yang selalu saya panjatkan setiap harinya kepada Tuhan, yaitu memohon ampun dan maaf atas segala dosa dan kesalahan yang telah saya lakukan. Awalnya saya berfikir bahwa Tuhan pasti mengampuni dan memaafkan saya.

Namun ketika saya teringat bahwa diri saya sendiri saja sulit untuk memafkan satu kesalahan orang lain, apakah Tuhan akan memaafkan kesalahan saya yang begitu banyak?

Tuhan maha pengasih dan maha penyanyang, Dia akan mengampuni seberapapun besarnya dan seberapapun banyaknya dosa kita, selama kita benar-benar bertobat.

Sifat maha pengasih dan penyanyang Tuhan menginspirasi saya untuk bisa ikhlas memaafkan kesalahan orang lain. Kesalahan, kekhilafan dan lupa adalah hal wajar yang biasa dilakukan oleh manusia. Selama ada niat untuk meminta maaf, mengubah diri dan tidak mengulangi kesalahan maka akan sangat mulia jika kita ikhlas untuk memaafkan.

@rizalbkur


Tidak ada komentar:

Posting Komentar